Malaka,Faktahukumntt.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan menyusul kerusakan parah bronjong atau penahan tebing di Jembatan Motadelek, Desa Umalawain, Kecamatan Weliman. Kondisi tersebut dinilai memperparah dampak banjir saat curah hujan tinggi melanda wilayah itu.

Warga setempat mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dan tidak menutup mata terhadap persoalan yang terus berulang setiap musim hujan.

“Kita berharap agar pemerintah tidak tutup mata dengan persoalan rakyat,” ujar seorang warga Desa Umalawain yang enggan disebutkan namanya, Kamis (12/2/2026).

Dalam dua hari terakhir, banjir kembali merendam pemukiman warga akibat meluapnya air sungai. Tingginya intensitas hujan membuat tanggul penahan air di sekitar Jembatan Motadelek tidak mampu membendung derasnya arus.

“Sudah dua hari berturut-turut warga menjadi korban rendaman banjir karena curah hujan tinggi. Tanggul penahan air di Jembatan Motadelek tidak bisa menahan derasnya air,” ungkapnya.

Menurut warga, bronjong yang rusak parah menjadi penyebab utama air sungai meluap hingga ke area pemukiman. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Warga berharap Pemkab Malaka segera melakukan perbaikan darurat sekaligus merancang penanganan permanen guna mencegah kejadian serupa terus berulang di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Malaka Belum dapat dikonfirmasi.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.