Namun, pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan transfer pengetahuan. Pendidikan juga menyangkut pembentukan karakter, empati, etika, kemampuan sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan yang hanya dapat ditanamkan melalui interaksi antarmanusia.

Di era Society 5.0, guru dituntut tidak hanya menjadi penyampai materi pelajaran, tetapi juga fasilitator pembelajaran, mentor, inovator, sekaligus penggerak perubahan sosial. Karena itu, kualitas pendidikan guru menjadi isu yang sangat strategis.

Melki menilai transformasi pendidikan calon guru tidak cukup dilakukan melalui pembaruan kurikulum semata. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan berpikir kritis (*critical thinking*), pemecahan masalah (*problem solving*), kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta kecakapan memahami konteks sosial yang kompleks.

Kemampuan-kemampuan tersebut dikenal sebagai *deep thinking skills* dan *deep learning approach*, yang menjadi fokus utama dalam forum FKIP tahun ini.

Senada dengan Gubernur NTT, Ketua Forum Komunikasi Pimpinan FKIP Negeri Se-Indonesia, Imam Sujadi, menilai perkembangan AI telah memaksa dunia pendidikan melakukan transformasi menyeluruh.