Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini bukan hanya menyangkut metode pembelajaran, tetapi juga tata kelola pendidikan guru itu sendiri.
“Ketika kita berbicara tentang transformasi pendidikan calon guru, maka yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana tata kelola pendidikan guru juga ikut bertransformasi. Perkembangan kecerdasan artifisial telah mengubah cara manusia belajar dan bekerja,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa FKIP sebagai lembaga pencetak guru memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan tenaga pendidik yang mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, forum nasional seperti ini menjadi penting untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik, serta merumuskan kebijakan strategis bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri Samuel Bale, menekankan pentingnya memperkuat jejaring antar-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia.
Menurutnya, salah satu tantangan besar pendidikan nasional adalah masih adanya kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Oleh karena itu, kerja sama antarperguruan tinggi menjadi instrumen penting untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan.
