“Kami percaya bahwa kekuatan jejaring antar-LPTK Negeri se-Indonesia merupakan kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Kita tidak boleh membiarkan kesenjangan kualitas pendidikan terjadi antarwilayah,” kata Jefri.

Pernyataan tersebut relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan beragam. Daerah-daerah di kawasan timur Indonesia, termasuk NTT, masih menghadapi tantangan dalam akses pendidikan, distribusi tenaga pendidik, hingga kualitas sarana pembelajaran.

Melalui forum ini, para pimpinan FKIP diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk memperkuat kualitas pendidikan guru secara merata di seluruh Indonesia.

Dekan FKIP Undana, Melkisedek Taneo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari 32 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Ia berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu mempercepat transformasi pendidikan guru nasional. Tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu melahirkan guru-guru yang inovatif, kompetitif, dan memiliki kemampuan berpikir mendalam.