“Tanpa pemuda, gereja dan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Hidupkan dan kembangkan potensi mereka karena merekalah calon pemimpin masa depan. Jika pemuda bergerak, gereja akan bernapas lega dan masa depan pelayanan akan semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kupang yang dinilai menunjukkan perhatian nyata terhadap pembinaan generasi muda gereja sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua Pemuda GMIT, Erens Blegur, mengapresiasi keberanian Klasis Amarasi Selatan yang sukses menyelenggarakan kegiatan berskala besar meskipun merupakan salah satu klasis termuda di lingkungan GMIT.

Menurut Erens, tantangan pelayanan pemuda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Generasi Z hidup di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat sehingga gereja dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Gereja harus responsif terhadap perkembangan digitalisasi. Pemuda hari ini hidup bersama teknologi dan media sosial. Karena itu pelayanan juga harus mampu hadir di ruang-ruang digital tanpa kehilangan nilai-nilai iman yang menjadi dasar kehidupan,” katanya.