Ia menegaskan bahwa keterlibatan dalam organisasi pemuda gereja bukan semata-mata soal usia, tetapi tentang kesediaan untuk melayani dan memberikan diri bagi sesama.

“Berkarya dalam organisasi pemuda bukan soal berapa usia kita, tetapi soal kerelaan memberi diri. Yang terpenting adalah bagaimana kita menghadirkan kualitas hidup yang berdampak bagi orang lain,” tambahnya.

Erens juga mengungkapkan bahwa Pemuda GMIT sedang mempersiapkan sejumlah program besar, termasuk penyelenggaraan camp pemuda terbesar di Kabupaten Kupang dan Wisata Paskah terbesar di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari penguatan pelayanan dan kreativitas generasi muda gereja.

Ketua Panitia Pelaksana, Saman Feni, menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa camp pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembentukan karakter dan kepemimpinan yang diharapkan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kesadaran diri, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memperkuat relasi peserta dengan Tuhan dan sesama.