Kupang, FHNC — Haru dan semangat membuncah menyelimuti halaman Kantor Bupati Kupang pada awal pekan ini, saat Bupati Yosef Lede secara resmi melepas kontingen tim sepak bola Persatuan Sepak Bola Kabupaten Kupang (PSKK) U-17 untuk berlaga dalam ajang bergengsi Turnamen Piala Gubernur NTT – Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 2025, yang digelar di Stadion Oepoi Kupang sejak 21 Juli 2025.

Sebanyak 22 pemain muda terbaik yang mewakili Kabupaten Kupang dikukuhkan dalam acara sederhana namun penuh makna. Di bawah kepemimpinan Manajer Martin Alnabe, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, tim PSKK U-17 membawa harapan besar dari seluruh masyarakat Kabupaten Kupang: mengharumkan nama daerah di kancah sepak bola pelajar tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan pesan kuat dan membakar semangat para pemain. Ia menekankan bahwa menang atau kalah adalah hal wajar dalam kompetisi, namun sikap dalam menerima hasil pertandingan jauh lebih penting.

“Patuh kepada pelatih dan manajer adalah hal terpenting. Lebih baik tidak ikut sama sekali daripada tidak disiplin. Kalian membawa nama baik daerah ini. Jangan main-main!” tegas Lede dengan nada serius namun penuh harapan.

Lede mengingatkan bahwa tim PSKK U-17 bukan hanya sekumpulan pemain muda, tetapi simbol mimpi dan masa depan masyarakat Kabupaten Kupang. Ia juga menegaskan pentingnya kekompakan tim dan menjadikan sportivitas sebagai nilai utama dalam bertanding.

Bupati Lede menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Kupang yang baru, yang dinilainya telah membawa arah pembinaan sepak bola ke jalur yang lebih terstruktur dan progresif.

Ia menilai kehadiran manajer sekaligus kepala desa, Martin Alnabe, sebagai sosok panutan, menjadi simbol integrasi antara kepemimpinan lokal dan pembangunan generasi muda di bidang olahraga.

“Kita semua punya mimpi dan harapan, dan jika kita bersatu dan kompak, tidak ada usaha yang sia-sia,” ujar Yosef Lede.

Ketua ASKAB PSSI Kupang: Dukungan Total dari Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Kupang, Teldi Sanam, turut mengapresiasi perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki. Menurutnya, dukungan moral, finansial, dan struktural dari pemerintah menjadi fondasi penting untuk mendorong kemajuan sepak bola daerah.

Teldi menambahkan bahwa PSKK U-17 tergabung dalam Grup A, bersama klub-klub tangguh seperti Tiara Nusa FC, Cristal FC, Persesba Sumba Barat, dan Persada Sumba Barat Daya.

“Kami tahu ini bukan grup yang mudah. Tapi mental juara tidak dibentuk oleh lawan yang ringan, melainkan dari semangat untuk bertarung dengan kehormatan,” tegas Teldi.

Sepak Bola Sebagai Cermin Identitas dan Harapan Daerah

Keikutsertaan PSKK U-17 di ajang Soeratin Cup bukan hanya ajang pamer kemampuan teknis, tetapi panggung pengakuan jati diri Kabupaten Kupang.

Dalam konteks ini, sepak bola tidak sekadar olahraga, tetapi juga alat diplomasi budaya, pembangunan karakter, dan unjuk kekuatan generasi muda daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Di tengah transformasi pembangunan yang digaungkan Bupati Lede dan Wabup Aurum Titu Eki, sektor olahraga — khususnya sepak bola — menjadi ladang strategis pembinaan mental, disiplin, dan kebanggaan generasi muda.

Tugas Berat, Harapan Besar

Dengan sepatu yang terikat erat dan jersey kebanggaan yang melekat di dada, anak-anak muda dari desa dan kecamatan se-Kabupaten Kupang ini kini menanggung beban harapan ribuan pasang mata.

Namun mereka tidak sendiri. Di belakang mereka ada pemerintah daerah, para guru, orang tua, pelatih, dan tentu, masyarakat Kabupaten Kupang yang menginginkan satu hal:

Nama Kupang berkibar, bukan hanya di atas papan skor, tetapi juga di hati setiap penonton yang menyaksikan mereka bertanding dengan semangat dan martabat.