Bupati Kupang Yosef Lede: Pemerintah Tidak Bisa Berjalan Sendiri, Kami Butuh Gereja dan Doa Umat
FHC, Bupati Kupang, Yosef Lede, menghadiri Ibadah Pengutusan Pdt. Melda H. Muskanan ke Jemaat GMIT Zaitun Tenau sekaligus Ibadah Perhadapan Pdt. Wahyudin D. Z. Lay yang resmi memulai pelayanan di GMIT Nekmes Kaniti, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Minggu (28/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yosef Lede menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pdt. Melda H. Muskanan atas dedikasi dan pengabdiannya selama lebih dari tujuh tahun melayani Jemaat GMIT Nekmes Kaniti.
Menurut Yosef Lede, pelayanan yang dilakukan Pdt. Melda tidak hanya berdampak pada pertumbuhan iman jemaat, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial masyarakat di lingkungan gereja dan sekitarnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Mama Pendeta Melda atas seluruh pengabdian, pelayanan, dan kasih yang telah diberikan kepada jemaat serta masyarakat. Menjadi pelayan Tuhan bukan tugas yang mudah, namun Mama Melda telah menjalaninya dengan setia dan penuh pengorbanan,” kata Yosef Lede.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kupang juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pdt. Wahyudin D. Z. Lay yang kini resmi melayani di GMIT Nekmes Kaniti.
Ia berharap kehadiran pendeta baru tersebut dapat semakin memperkuat pelayanan gereja sekaligus mempererat kerja sama antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Yosef Lede menegaskan bahwa gereja memiliki posisi strategis dalam pembangunan Kabupaten Kupang. Menurutnya, gereja bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam membentuk karakter masyarakat, memperkuat nilai moral, menjaga persatuan, dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
“Bagi saya pribadi, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan gereja. Kami membutuhkan doa-doa dari para pelayan Tuhan dan seluruh jemaat. Tanpa dukungan rohani, tanpa kekuatan doa, pemerintah akan sangat sulit menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Bupati mengakui bahwa berbagai tantangan pembangunan terus dihadapi pemerintah daerah. Namun, menurutnya, dukungan moral dan spiritual dari para pelayan gereja serta umat beriman menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada.
“Sebagai Bupati, saya tidak merasa kuat karena kemampuan saya sendiri. Saya kuat karena banyak pendeta, banyak pelayan Tuhan yang terus mendoakan pemerintah dan daerah ini. Ketika ada kesulitan dan tantangan, selalu ada jalan keluar karena penyertaan Tuhan melalui doa umat-Nya,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh jemaat GMIT Nekmes Kaniti untuk terus bertumbuh dalam iman serta menjadi teladan dan berkat bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pdt. Melda H. Muskanan menyampaikan rasa syukur sekaligus haru saat mengakhiri masa pelayanannya selama 7 tahun 7 bulan 17 hari di Jemaat GMIT Nekmes Kaniti.
Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada Majelis Sinode Harian GMIT, pemerintah daerah, rekan-rekan pendeta, majelis jemaat, dan seluruh warga jemaat yang selama ini telah memberikan dukungan dalam pelayanan.
“Tempat ini menjadi saksi perjalanan pelayanan kami, saksi doa, air mata, perjuangan, dan kasih Tuhan yang luar biasa. Saya bersyukur atas setiap dukungan dan pelukan kasih dari jemaat, terutama pada masa-masa duka yang berat dalam hidup saya,” tuturnya.
Sementara itu, Pdt. Wahyudin D. Z. Lay menyampaikan komitmennya untuk membangun pelayanan secara kolaboratif bersama majelis jemaat, tokoh gereja, dan seluruh warga jemaat.
“Saya tidak mampu berjalan sendiri. Saya membutuhkan dukungan semua pihak agar pelayanan yang Tuhan percayakan dapat dijalankan dengan baik. Mari kita bergandengan tangan membangun pelayanan yang membawa berkat bagi jemaat,” katanya.
Mewakili Jemaat GMIT Nekmes Kaniti, Jhon Sabaat menyampaikan apresiasi kepada Pdt. Melda atas keteladanan dan pengabdiannya selama melayani jemaat. Ia juga menyampaikan sambutan hangat kepada Pdt. Wahyudin dan keluarga yang akan melanjutkan pelayanan di jemaat tersebut.
Turut hadir dalam ibadah tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT Nelson Matara beserta istri, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah Pdt. Alfred Waangsir yang memimpin ibadah pengutusan dan perhadapan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang Tonci Teuf, Kepala Inspektorat Daerah Jopy Nau, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, serta Kepala Desa Penfui Timur Zem Tafoki.
