Menghidupkan Kembali Lahan Produktif

Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Kupang atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan kawasan yang kini dicetak menjadi sawah sebenarnya pernah menjadi lahan pertanian produktif hingga tahun 2007. Namun, aktivitas pertanian terhenti setelah rusaknya Bendungan Uel 2 yang selama ini menjadi sumber utama pengairan.

Akibat kerusakan tersebut, petani kesulitan memperoleh pasokan air sehingga lahan perlahan ditinggalkan dan berubah menjadi lahan tidur.

“Daerah ini sebenarnya sangat subur. Masyarakat pernah mengelolanya sebagai lahan pertanian hingga tahun 2007. Namun karena kerusakan Bendungan Uel 2, pasokan air terputus dan lahan akhirnya ditinggalkan,” ujarnya.

Menurut Aprianus, masyarakat siap memanfaatkan kembali lahan yang telah dibuka untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan keluarga.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

Dari perspektif ekonomi, program cetak sawah baru dinilai memiliki dampak ganda terhadap masyarakat. Selain membuka lapangan kerja di sektor pertanian, program tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani melalui bertambahnya luas tanam dan hasil panen.