Bupati Yosef Lede Pimpin Cetak Sawah Baru 77 Hektare di Oelatimo, Dorong Produksi Pangan dan Kebangkitan Ekonomi Petani

“Lahan tidur yang terbengkalai sejak 2007 di Desa Oelatimo mulai dihidupkan kembali melalui program cetak sawah baru Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Kupang”

FHC, Bupati Kupang, , memimpin pelaksanaan pencetakan sawah baru seluas 77 hektare di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Selasa (7/7). Program yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Kupang itu menjadi langkah strategis untuk mengubah lahan tidur menjadi kawasan produktif yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lahan yang dicetak menjadi sawah tersebut merupakan tanah milik masyarakat Desa Oelatimo yang selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan secara optimal. Melalui program cetak sawah baru, kawasan yang sebelumnya ditumbuhi semak belukar dan pepohonan kini dipersiapkan menjadi sentra produksi pertanian baru di Kabupaten Kupang.

Dalam sambutannya, Yosef Lede mengatakan masyarakat Desa Oelatimo patut bersyukur karena wilayah mereka terpilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program cetak sawah baru yang dijalankan secara terbatas di beberapa daerah di Indonesia.

Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat.

“Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa ini kini harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi kita semua harus bersyukur dengan memanfaatkan lahan yang dibuka ini. Tanam sebanyak-banyaknya, jangan takut tidak ada pasar, pemerintah lewat Bulog pasti akan membelinya,” kata Yosef Lede.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kupang akan memberikan dukungan penuh agar lahan yang telah dibuka benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup pengadaan alat dan mesin pertanian, pengembangan infrastruktur pengairan, pembangunan bendungan, hingga penyediaan sumur bor guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Menghidupkan Kembali Lahan Produktif

Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Kupang atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan kawasan yang kini dicetak menjadi sawah sebenarnya pernah menjadi lahan pertanian produktif hingga tahun 2007. Namun, aktivitas pertanian terhenti setelah rusaknya Bendungan Uel 2 yang selama ini menjadi sumber utama pengairan.

Akibat kerusakan tersebut, petani kesulitan memperoleh pasokan air sehingga lahan perlahan ditinggalkan dan berubah menjadi lahan tidur.

“Daerah ini sebenarnya sangat subur. Masyarakat pernah mengelolanya sebagai lahan pertanian hingga tahun 2007. Namun karena kerusakan Bendungan Uel 2, pasokan air terputus dan lahan akhirnya ditinggalkan,” ujarnya.

Menurut Aprianus, masyarakat siap memanfaatkan kembali lahan yang telah dibuka untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan keluarga.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

Dari perspektif ekonomi, program cetak sawah baru dinilai memiliki dampak ganda terhadap masyarakat. Selain membuka lapangan kerja di sektor pertanian, program tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani melalui bertambahnya luas tanam dan hasil panen.

Apabila seluruh lahan seluas 77 hektare dapat ditanami secara optimal, produksi padi di wilayah tersebut diperkirakan meningkat signifikan. Kondisi ini tidak hanya memperkuat pasokan pangan lokal, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi baru melalui aktivitas produksi, distribusi, hingga perdagangan hasil pertanian.

Kehadiran jaminan pasar melalui pembelian gabah oleh Bulog juga menjadi faktor penting yang dapat memberikan kepastian bagi petani untuk meningkatkan produksi tanpa khawatir terhadap penyerapan hasil panen.

Di sisi lain, pembangunan sarana irigasi dan penyediaan alat pertanian yang dijanjikan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani serta menekan biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan utama petani di wilayah Kabupaten Kupang.

Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Program cetak sawah baru di Desa Oelatimo juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Penambahan luas baku sawah menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produksi beras di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

Bagi Kabupaten Kupang, pengembangan lahan pertanian produktif menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah sekaligus memperkuat posisi sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pedesaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPLIP Mataram, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Camat Kupang Timur, serta masyarakat Desa Oelatimo yang menyambut antusias dimulainya program tersebut.

Dengan dimulainya pencetakan sawah baru seluas 77 hektare ini, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap Desa Oelatimo dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.