Bagi mereka, pelatihan ini menjadi titik balik. Tidak hanya materi digital marketing yang diberikan, setiap peserta juga dibekali sebuah telepon pintar baru—sebuah simbol kepercayaan negara bahwa mereka mampu melangkah lebih jauh di dunia digital.

Lebih jauh, Bupati Yosef Lede menekankan pentingnya perubahan pola pikir. Menurutnya, tenaga kerja masa depan tidak cukup hanya siap bekerja pada orang lain, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membina kader-kader wirausaha baru. Jadilah pelaku usaha yang kreatif, inovatif, dan berani memanfaatkan teknologi digital,” tegasnya.

Ia juga berharap program ini menjadi ruang penguatan bagi peserta pelatihan sebelumnya yang masih aktif berusaha, namun membutuhkan pendampingan lanjutan dalam pemasaran digital agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada pelatihan lima hari. Yosef Lede memastikan bahwa Pemkab Kupang siap mendampingi para peserta melalui program inkubasi usaha dan akses pasar. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam usaha nyata yang berkelanjutan.