Ia menilai keberadaan IAPA dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan riil pemerintah daerah. Melalui organisasi profesi tersebut, hasil penelitian para akademisi diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

Sementara itu, Ketua DPD IAPA NTT terpilih, Dr. Laurensius P. Sayrani, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak akan terjebak pada kegiatan seremonial semata. Ia menginginkan IAPA menjadi wadah yang produktif dalam menghasilkan kajian, riset, dan rekomendasi strategis untuk mendukung pembangunan daerah.

Menurut Laurensius, tantangan pembangunan di NTT membutuhkan pendekatan berbasis data dan bukti ilmiah. Persoalan kemiskinan, stunting, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan desa, hingga transformasi birokrasi membutuhkan solusi yang dirancang secara akademis dan dapat diimplementasikan oleh pemerintah.

“Kami ingin memastikan bahwa IAPA hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang menghasilkan gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.