FaktahukumNTT.com, PACITAN – Suasana damai di Kota 1001 Goa mendadak berubah mencekam. Jumat (25/4/2025) sore, Markas Polres Pacitan di Jalan Ahmad Yani, Jawa Timur, digegerkan oleh ancaman bom yang dilontarkan dua orang pria. Insiden ini terjadi saat proses mediasi kecelakaan lalu lintas gagal diselesaikan secara damai.
Kedua pelaku, yang sebelumnya terlibat kecelakaan antara kendaraan truk Isuzu Elf AE 9668 SM dan Mitsubishi L300 AD 1380 LU, tiba-tiba mengamuk saat berada di kantor polisi. Salah seorang dari mereka mengancam akan meledakkan Polres Pacitan. Tak hanya itu, dalam penggeledahan, polisi menemukan satu pucuk senjata api jenis air softgun yang dibawa oleh salah satu tersangka.
Tak ingin mengambil risiko, Polres Pacitan langsung memperketat pengamanan. Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri diterjunkan ke lokasi untuk mengambil alih penanganan ancaman berbau terorisme ini. Kehadiran pasukan elit ini menambah ketegangan di sekitar kantor polisi dan membuat suasana kota kecil itu penuh kecemasan.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, saat dikonfirmasi, belum dapat memberikan keterangan rinci. Ia menyebutkan, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus dan menggelar interogasi terhadap beberapa pihak terkait.
“Kami memohon kesabaran dari rekan-rekan semua. 1-2 hari ke depan kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut,” ujar Ayub, Sabtu (26/4/2025).
Terkait kemungkinan keterlibatan jaringan terorisme, Ayub juga belum mau berspekulasi. Menurutnya, semua masih dalam tahap pemeriksaan intensif oleh Densus 88 dan tim investigasi gabungan.
Kronologi Ancaman
Awalnya, kasus ini hanyalah mediasi kecelakaan biasa. Namun, ketegangan meningkat saat salah satu pihak merasa diperlakukan tidak adil. Emosi memuncak, hingga ancaman ledakan dilontarkan di dalam Mapolres. Sejumlah anggota polisi yang sigap segera mengamankan situasi dan meringkus kedua pelaku sebelum situasi memburuk.
Penemuan senjata api jenis air softgun memperparah dugaan adanya motif lebih serius dari sekadar kemarahan biasa. Saat ini, kedua pelaku masih dalam proses pemeriksaan mendalam, sementara pihak Polres dan Densus 88 melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Respons Warga dan Suasana Pacitan
Kabar adanya ancaman bom dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru kota. Warga Pacitan, yang terkenal tenang, mendadak diliputi ketakutan. Beberapa sekolah diliburkan lebih awal, toko-toko tutup lebih cepat, dan aktivitas masyarakat sempat menurun drastis pada sore hari.
Salah satu warga, Siti Rohmawati (34), mengaku syok saat mendengar kabar itu.
“Pacitan ini kota kecil, biasa aman. Dengar ada bom di Polres, kami semua ketakutan,” ujarnya.
Tindakan Lanjutan
Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang disembunyikan. Penyelidikan terhadap jaringan, latar belakang para pelaku, dan kemungkinan motif terorisme terus dilakukan secara ketat.
Duka dan ketegangan masih menyelimuti Pacitan, yang kini menjadi sorotan nasional atas insiden tak terduga ini.
