Memasuki 2026, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTT berada pada kisaran 4,94–5,40 persen. Optimisme ini didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang diperkirakan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, serta inflasi yang tetap terjaga dalam sasaran nasional.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan komunikasi efektif. Langkah tersebut diperkuat dengan operasi pasar, gerakan tanam, hingga pemantauan harga harian dan mingguan di sejumlah kabupaten/kota.
Bank Indonesia juga menyiapkan kebutuhan uang layak edar sebesar Rp1,17 triliun menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 guna memastikan kelancaran transaksi masyarakat.
Selain itu, penguatan sektor riil dilakukan melalui pengembangan 58 UMKM champion di seluruh kabupaten/kota serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui program edukasi dan perpustakaan keliling.
