Puncak panen padi dan jagung musim tanam pertama, ditambah berlanjutnya panen berbagai komoditas perkebunan, mendorong Lapangan Usaha (LU) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat SBT sebesar 24,90 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor primer masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah.
Kontribusi pertanian tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menggerakkan perdagangan lokal, distribusi barang, jasa transportasi, hingga meningkatkan daya beli masyarakat pedesaan.
Di daerah seperti NTT yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor agraris, keberhasilan musim panen memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Belanja Pemerintah Mulai Menggerakkan Ekonomi
Selain sektor pertanian, percepatan realisasi APBN dan APBD pada pertengahan tahun menjadi faktor penting yang mendorong aktivitas ekonomi.
Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatat SBT sebesar 4,68 persen.
Fenomena ini lazim terjadi ketika pemerintah mulai mempercepat belanja program dan pembangunan memasuki semester pertama.
