Penurunan ekspor ini menjadi sinyal bahwa sejumlah komoditas unggulan daerah belum mampu mempertahankan tren pertumbuhan yang kuat. Meski demikian, sektor ekspor masih memberikan kontribusi penting terhadap perputaran ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan komoditas berbasis sumber daya alam lainnya.

Di sisi lain, nilai impor NTT juga mengalami penurunan signifikan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, nilai impor tercatat sebesar US$ 1,94 juta dengan total volume mencapai  5.605,10 ton .

Angka tersebut turun  46,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Penurunan impor yang cukup tajam mengindikasikan berkurangnya masuknya barang dari luar negeri ke wilayah NTT, baik berupa bahan baku, barang modal, maupun barang konsumsi tertentu.

Pada Mei 2026, nilai impor NTT tercatat hanya sebesar US$ 0,26 juta, atau turun drastis 80,99 persen  dibandingkan Mei 2025.

Kontraksi yang sangat dalam ini menunjukkan adanya penurunan aktivitas perdagangan internasional dari sisi impor pada bulan tersebut.