“Kami tidak mau alat ini hanya dipakai sebentar lalu rusak dan ditinggalkan. Pemerintah akan terus mendukung, termasuk perawatan dan perbaikan,” tegasnya.
Pernyataan itu disambut positif kelompok tani karena menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap keberlanjutan program pertanian modern.
Selain masalah alat, Yosef Lede turut menyoroti persoalan distribusi dan harga hasil pertanian. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan petani tidak dirugikan oleh praktik permainan pasar.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Deasy Ballo-Foeh, menyebut langkah pemerintah menghadirkan alsintan merupakan strategi penting menghadapi tantangan global, termasuk ancaman krisis ekonomi dan kenaikan harga bahan bakar.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian menjadi jalan utama agar masyarakat memiliki ketahanan pangan dan tidak terlalu bergantung pada kondisi eksternal yang tidak menentu.
“Kami melihat langkah pemerintah daerah menghadirkan alsintan ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, sehingga masyarakat bisa lebih mandiri,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
