“Saya secara pribadi telah mengunjungi beberapa lokasi yang terkena dampak untuk menilai situasinya. Saya ingin meminta semua orang untuk bergandengan tangan dan mendukung misi penyelamatan yang sedang berlangsung,” ujar Min Aung Hlaing.

Seruan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat junta militer Myanmar selama ini sangat tertutup terhadap bantuan asing. Min Aung Hlaing bahkan secara terbuka menyatakan bahwa Myanmar menerima bantuan dari negara mana pun yang bersedia menolong. India telah mengonfirmasi akan mengirimkan bantuan darurat dalam waktu dekat.

Krisis Kemanusiaan Mengintai: Kelaparan dan Wabah Mengancam.

Dampak gempa ini memperburuk krisis kemanusiaan yang telah lama melanda Myanmar. Sebelum bencana terjadi, lebih dari 20 juta warga sudah hidup dalam kondisi darurat akibat konflik internal yang berkepanjangan.

Kini, dengan infrastruktur yang hancur dan akses bantuan yang terhambat, ancaman kelaparan dan wabah penyakit semakin nyata.

Organisasi kesehatan memperingatkan potensi merebaknya penyakit seperti kolera dan infeksi pernapasan akibat buruknya sanitasi dan ketersediaan air bersih.