“Saya sedang tidur, tiba-tiba ranjang bergoyang kuat. Saya langsung bangunkan keluarga dan keluar rumah,” tutur Maria, warga Kupang, kepada Faktahukumntt.com. Ia mengaku masih trauma dengan guncangan serupa beberapa waktu lalu.
Sementara di Kupang, sejumlah warga mengaku merasakan getaran sekitar 10 detik. “Awalnya pelan, lalu makin kuat. Banyak yang keluar rumah sambil berdoa,” kata Indra, warga Oetalu.
BMKG: Waspadai Gempabumi Susulan
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini bersumber dari aktivitas subduksi lempeng Laut Flores, wilayah yang dikenal aktif secara tektonik. Meskipun tidak menimbulkan ancaman tsunami, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Gempa jenis ini lazim terjadi di wilayah NTT karena interaksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh isu hoaks, dan mengikuti informasi resmi BMKG,” tegas Koordinator Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya.
Pihak BMKG juga mengingatkan agar masyarakat melakukan pemeriksaan struktur bangunan, terutama rumah atau fasilitas umum yang mungkin mengalami retakan setelah gempa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
