Menurut ahli perkembangan, Elizabeth B. Hurlock, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri. Pada tahap ini, remaja cenderung mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan teman sebaya. Karena itu, jika lingkungan yang mereka temui dipenuhi kebiasaan negatif, maka risiko mereka terjerumus ke dalam perilaku yang merugikan juga semakin besar.
Dampak minuman keras terhadap remaja tidak dapat dianggap remeh. World Health Organization menjelaskan bahwa konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak kesehatan fisik dan mental seseorang. Alkohol dapat menurunkan kemampuan berpikir, mengganggu konsentrasi, memicu emosi yang tidak stabil, hingga meningkatkan risiko tindakan berbahaya. Tidak sedikit kasus perkelahian, kecelakaan, tindak kekerasan, bahkan kematian yang berawal dari pengaruh minuman keras.
Yang lebih memprihatinkan, minuman keras sering kali merampas masa depan anak muda secara perlahan. Banyak remaja yang sebenarnya memiliki bakat, kecerdasan, dan cita-cita tinggi, tetapi akhirnya kehilangan arah karena terjebak dalam kebiasaan tersebut. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan diri justru dihabiskan untuk aktivitas yang tidak memberikan manfaat bagi masa depan mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
