Sebagai organisasi mahasiswa yang menjunjung tinggi objektivitas dan budaya kritis yang sehat, GMNI Kupang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Potongan video berdurasi singkat dan hasil skrinsut sering kali tidak menampilkan konteks secara utuh sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru di tengah publik.
“Kami melihat penggunaan perangkat digital untuk mencatat merupakan sesuatu yang wajar di era modern saat ini. Yang paling penting adalah keseriusan seorang pemimpin dalam mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” lanjut.
GMNI Kupang juga menilai bahwa langkah Gubernur NTT yang mencatat langsung berbagai persoalan masyarakat menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan rakyat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan persoalan-persoalan dasar yang disampaikan masyarakat Amfoang dalam kunjungan tersebut.
GMNI Kupang berharap masyarakat tidak membangun opini negatif tanpa memahami situasi secara menyeluruh. Ruang digital seharusnya menjadi ruang edukasi dan kontrol sosial yang sehat, bukan tempat membentuk penghakiman berdasarkan potongan informasi yang tidak utuh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
