Gubernur Melki Laka Lena Lantik Komisaris dan Direksi BUMD, Perkuat Peran Jamkrida NTT dan Kawasan Industri Bolok Dorong Ekonomi Daerah
FHC, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melantik Komisaris Independen dan Direksi PT Jamkrida NTT (Perseroda) Masa Bakti 2026–2031 serta Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda) Masa Bakti 2026–2031 di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kamis (9/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional, akuntabel, dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pejabat yang dilantik pada PT Jamkrida NTT meliputi Frits Oscar Fanggidae dan Moni Wehelmina Muskanan sebagai Komisaris Independen, I Ketut Widya Karya sebagai Direktur Utama, Ferdinand Lerik sebagai Direktur Operasional, serta Yohanes Landu Praing sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Sementara itu, Martinus A. Sengaji Tokan dilantik sebagai Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa proses pengisian jabatan telah dilakukan secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari tahapan seleksi, uji kelayakan dan kepatutan hingga penetapan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Atas nama masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan selamat kepada seluruh komisaris dan direksi yang hari ini dilantik. Saudara-saudara telah melalui proses seleksi yang transparan dan objektif. Karena itu saya berharap kepercayaan ini dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” ujar Melki.
Jamkrida Didorong Perluas Akses Pembiayaan UMKM
Gubernur menaruh harapan besar kepada jajaran baru PT Jamkrida NTT agar mampu memperkuat peran perusahaan sebagai lembaga penjamin kredit yang dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), koperasi, serta berbagai sektor produktif lainnya di NTT.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, keberadaan Jamkrida NTT diharapkan mampu menjadi instrumen strategis yang membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas melalui skema penjaminan kredit yang sehat dan profesional.
Gubernur juga berharap Direktur Utama PT Jamkrida NTT yang baru, I Ketut Widya Karya, dapat membawa pengalaman dan praktik terbaik yang pernah diterapkan di PT Jamkrida Bali untuk dikembangkan di NTT.
“Kita ingin belajar dari pengalaman yang berhasil. Saya berharap pengalaman tersebut dapat diadaptasi di NTT sehingga semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh akses pembiayaan melalui skema penjaminan yang sehat dan profesional,” katanya.
Kawasan Industri Bolok Diharapkan Tarik Investasi
Selain PT Jamkrida NTT, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan PT Kawasan Industri Bolok. Ia meminta Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha yang baru dilantik segera beradaptasi dan membangun sinergi dengan jajaran direksi yang telah bertugas sebelumnya.
Menurut Melki, penguatan struktur organisasi PT Kawasan Industri Bolok menjadi langkah penting dalam mempercepat pengembangan kawasan industri yang diharapkan mampu menarik investasi serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di NTT.
“Kita ingin kawasan industri ini berkembang lebih cepat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tegaskan Tata Kelola dan Konsep NTT Incorporated
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya penerapan prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik di seluruh BUMD.
Ia mengingatkan seluruh komisaris dan direksi untuk menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi guna menghindari berbagai persoalan hukum di kemudian hari.
“Kita tidak ingin ada lagi persoalan hukum yang muncul akibat lemahnya tata kelola. Karena itu bekerjalah secara profesional, transparan, dan sesuai aturan. Fokuslah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat NTT,” tegasnya.
Lebih lanjut, Melki kembali menegaskan konsep NTT Incorporated, yaitu sinergi seluruh BUMD sebagai satu kekuatan ekonomi daerah yang saling melengkapi dan mendukung agenda pembangunan pemerintah daerah.
Menurutnya, Bank NTT, PT Jamkrida NTT, PT Kawasan Industri Bolok, dan PT Flobamor harus mampu bekerja secara terpadu bersama perangkat daerah dalam mengembangkan potensi unggulan NTT, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan dan perikanan hingga industri dan pembiayaan usaha masyarakat.
Ia optimistis kolaborasi yang kuat antar-BUMD dan pemerintah daerah akan mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
“Kita harus membangun NTT melalui kerja bersama. Seluruh BUMD harus bergerak sebagai satu kekuatan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi yang baik bersama perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan, saya yakin potensi besar NTT dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
