Kesejahteraan yang memadai, menurutnya, tidak hanya berhubungan dengan besaran insentif finansial, tetapi juga stabilitas karier, jaminan sosial, lingkungan kerja yang mendukung, dan akses pelatihan. Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus berbasis pada human capital approach—pendekatan yang memprioritaskan peningkatan kualitas pendidik sebagai investasi utama pembangunan daerah.

Jane menekankan bahwa guru memiliki peran determinan dalam membentuk pola pikir, karakter, dan kapasitas intelektual peserta didik. Dalam ilmu pendidikan, hal ini dikenal sebagai learning outcome impact, yaitu pengaruh langsung kualitas pendidik terhadap capaian kompetensi peserta didik.

Ia menyampaikan bahwa guru-guru NTT harus terus memperkuat pendekatan pedagogik yang inovatif, adaptif, dan kontekstual dengan realitas sosial budaya daerah.

Lebih jauh, Jane menilai bahwa masa depan NTT sangat ditentukan oleh kapasitas pendidikan dasar dan menengah dalam menghasilkan generasi muda yang produktif, berdaya saing, dan berintegritas. Oleh karena itu, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga agen transformasi sosial yang memiliki kemampuan membentuk warga negara yang demokratis, humanis, dan berkarakter.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.