“Semoga ini menjadi momentum bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menegakkan hukum tanpa kecuali. Termasuk memeriksa keluarga Pak Jokowi, terima kasih, merdeka,” pungkasnya.
Jokowi Merespons Santai
Menanggapi pernyataan Hasto, Presiden Jokowi tetap bersikap santai. Dalam pernyataannya di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jokowi menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk diperiksa, asalkan ada fakta dan bukti hukum yang jelas.
“Ya kalau ada fakta hukum, ada bukti hukum ya silakan,” kata Jokowi kepada wartawan pada Jumat (21/2).
Saat disinggung mengenai namanya yang kerap dikaitkan dengan kasus-kasus korupsi, Jokowi menegaskan bahwa tuduhan seperti ini bukan hal baru baginya.
“Ya sudah sering pernyataan seperti itu, masa saya ulang-ulang terus. Kalau ada bukti hukum ada fakta hukum ya silakan,” jelasnya.
Analisis: Serangan Politik atau Upaya Penegakan Hukum?
Pernyataan Hasto Kristiyanto yang tetap menyerang Jokowi meskipun dalam status tahanan menimbulkan spekulasi di kalangan publik. Sebagian pihak menilai hal ini sebagai upaya mengalihkan perhatian dari kasus hukum yang menjeratnya. Namun, ada juga yang melihatnya sebagai dorongan agar KPK benar-benar bertindak tanpa pandang bulu dalam pemberantasan korupsi.
