“Saya meminta masyarakat selalu waspada dan menjaga keselamatan diri. Jika melihat tanda-tanda potensi bencana seperti longsor, patahan tanah, atau banjir, segera laporkan kepada pemerintah desa atau BPBD untuk langkah penanganan cepat,” ujar Alexon Lumba.

Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Semy Tinenti, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan bantuan tanggap darurat berupa makanan, tenda, dan kebutuhan pokok lainnya bagi warga terdampak.

“Ketika ada laporan bencana, tim BPBD langsung bergerak cepat. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan rambu-rambu bencana dan segera melaporkan jika ada kejadian darurat,” kata Semy Tinenti.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Kupang bersama BPBD, pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan terus mengawasi wilayah rawan bencana. Pj. Bupati juga mengimbau warga untuk:

  • Menghindari daerah rawan banjir dan longsor saat hujan deras.
  • Berteduh di tempat aman jika sedang berada di area terbuka saat hujan disertai petir.
  • Selalu memperhatikan pohon besar atau tiang listrik yang berisiko tumbang.
  • Segera mengungsi jika air mulai naik atau ada tanda-tanda bencana lain.

Selain fokus pada bencana, Pj. Bupati juga menghadiri acara ibadah dan komitmen penertiban ternak di Desa Enoraen, di mana pemerintah menyerahkan tali kepada lembaga adat sebagai simbol pengendalian ternak agar tidak merusak lahan pertanian.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.