Selain itu, komponen Volume Persediaan Barang Jadi juga tercatat berada pada zona ekspansi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku industri masih menjaga tingkat persediaan guna mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode mendatang. Sementara itu, Volume Total Pesanan yang juga berada pada fase ekspansi mencerminkan masih kuatnya aktivitas permintaan terhadap produk-produk manufaktur.

Dari sisi subsektor, sebagian besar Sublapangan Usaha (Sub-LU) industri pengolahan juga menunjukkan perkembangan positif. Industri Mesin dan Perlengkapan menjadi subsektor dengan indeks tertinggi pada triwulan II 2026. Kinerja tersebut mengindikasikan meningkatnya aktivitas investasi dan kebutuhan peralatan produksi di berbagai sektor ekonomi.

Di posisi berikutnya terdapat Industri Makanan dan Minuman yang tetap menjadi salah satu tulang punggung manufaktur nasional. Stabilnya permintaan masyarakat terhadap produk konsumsi menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan subsektor ini.

Selanjutnya, Industri Logam Dasar dan Industri Barang Galian Bukan Logam juga mencatatkan ekspansi yang cukup kuat. Kinerja kedua subsektor tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas pembangunan dan kebutuhan bahan baku untuk berbagai proyek konstruksi maupun industri hilir.