Pengamat ekonomi menilai capaian PMI-BI yang tetap berada di atas level 50 menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik di tengah ketidakpastian global. Stabilitas konsumsi domestik, pembangunan infrastruktur, dan meningkatnya aktivitas investasi menjadi faktor yang mendukung keberlanjutan ekspansi industri pengolahan.
Optimisme tersebut diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2026. Bank Indonesia memprakirakan PMI-BI akan meningkat menjadi 52,32 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi triwulan sebelumnya. Kenaikan indeks tersebut menunjukkan adanya ekspektasi pertumbuhan aktivitas manufaktur yang lebih kuat pada periode Juli hingga September 2026.
Peningkatan kinerja industri pengolahan pada triwulan III diprakirakan masih ditopang oleh komponen Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan. Ketiga komponen tersebut diperkirakan terus mengalami ekspansi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan pasar.
Kondisi ini mencerminkan keyakinan pelaku usaha bahwa permintaan terhadap produk manufaktur akan tetap tumbuh dalam beberapa bulan ke depan. Dengan meningkatnya pesanan, perusahaan-perusahaan industri diperkirakan akan terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
