Dalam paparannya, Johny mengungkapkan bahwa target PAD NTT pada tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan menjadi sekitar Rp2,8 triliun, meningkat dari realisasi sebelumnya yang berada di kisaran Rp2,44 triliun. Angka ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah, namun sekaligus menghadirkan tantangan besar dalam pencapaiannya.

Jika berkaca pada tahun 2025, target PAD yang semula ditetapkan sebesar Rp1,9 triliun harus disesuaikan menjadi Rp1,7 triliun melalui perubahan anggaran. Dari angka tersebut, realisasi yang dicapai hanya sekitar Rp1,34 triliun atau berada pada kisaran 70 hingga 80 persen.

“Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kita. Target yang tinggi harus diiringi dengan strategi yang realistis dan berbasis data yang kuat,” tegas Johny.

Ia menambahkan, struktur PAD NTT selama tiga tahun terakhir masih didominasi oleh sektor pajak dengan kontribusi mencapai sekitar 75 persen. Dari jumlah tersebut, pajak kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 70 persen dari total penerimaan pajak daerah.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.