Jangan Ada Masyarakat yang Tidak Terlayani! Pesan Tegas Rektor Undana Saat Peresmian RSU Undana
FHC, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran Rumah Sakit Umum (RSU) Undana agar tidak ada satu pun masyarakat yang gagal memperoleh pelayanan kesehatan hanya karena persoalan biaya maupun administrasi.
Pesan tersebut disampaikan saat Grand Opening RSU Undana sekaligus peresmian kerja sama rumah sakit tersebut dengan BPJS Kesehatan di Kota Kupang, Rabu (17/6/2026). Dalam sambutannya, Prof. Jefri menegaskan bahwa kehadiran RSU Undana harus menjadi wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
“Pesan saya kepada Ibu Direktur dan seluruh tenaga kesehatan yang melayani, tolong jangan sampai ada masyarakat kita yang tidak terlayani hanya karena biaya atau masalah administrasi. Kami tidak mau mendengar hal-hal seperti itu,” tegas Prof. Jefri di hadapan para tamu undangan.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. (Purn.) Drs. Johni Asadoma, M.Hum., Ketua Senat Undana sekaligus Rektor Undana periode 2013–2021 Prof. Fred Benu, Rektor Undana periode 2021–2025 Prof. Max Sanam, para wakil rektor, dekan, pimpinan fakultas, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta masyarakat Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Prof. Jefri mengungkapkan bahwa keberadaan RSU Undana merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan tiga periode kepemimpinan rektor. Menurutnya, rumah sakit tersebut menjadi simbol keberlanjutan visi dan kerja kolektif yang dibangun dari masa ke masa.
Ia memberikan apresiasi kepada Prof. Fred Benu yang berkontribusi besar dalam pembangunan fisik rumah sakit sejak awal, serta Prof. Max Sanam yang berperan dalam memperkuat fondasi kelembagaan dan tata kelola sehingga rumah sakit dapat terus berkembang.
“Rumah sakit ini mewakili tiga kepemimpinan rektor. Prof. Fred berkontribusi luar biasa dalam pembangunan rumah sakit ini. Prof. Max meletakkan fondasi yang sangat kuat. Saya hanya melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh para pendahulu,” ujarnya.
Meski telah berhasil memperoleh kerja sama dengan BPJS Kesehatan, Prof. Jefri mengingatkan bahwa pencapaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.
Menurutnya, RSU Undana kini harus membuktikan kemampuannya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
“Kerja sama dengan BPJS bukan akhir perjalanan. Ini adalah awal bagi kita untuk membuktikan bahwa Undana tidak hanya unggul dalam pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai pemimpin universitas yang secara kelembagaan menjadi pemilik RSU Undana, Prof. Jefri menegaskan bahwa orientasi utama rumah sakit bukanlah keuntungan finansial, melainkan pelayanan kemanusiaan.
Ia menjelaskan bahwa sebagai Badan Layanan Umum (BLU), Undana mengedepankan kualitas pelayanan dan manfaat sosial bagi masyarakat. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit diminta menempatkan kepentingan pasien sebagai prioritas utama.
“Undana dan BLU Undana tidak berorientasi pada keuntungan semata. Yang kami kedepankan adalah pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat. Kalau kita melayani dengan baik, maka segala sesuatu akan mengikuti,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Jefri memperkenalkan konsep kepemimpinan yang saat ini diterapkan di lingkungan Undana, yakni favorable governance atau tata kelola yang menghadirkan suasana kerja yang ramah, menyenangkan, penuh sukacita, dan berorientasi pada pelayanan.
Konsep tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam setiap interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien di RSU Undana.
Ia bahkan mengingatkan pentingnya budaya senyum, keramahan, dan empati dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sebab, pasien yang datang ke rumah sakit adalah orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan dan perhatian.
“Yang datang ke rumah sakit ini adalah saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Karena itu, layani mereka dengan baik. Kalau ada masalah pribadi di rumah, tinggalkan di luar pagar. Masuk ke rumah sakit, layani masyarakat dengan senyum dan hati yang tulus,” pesannya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para hadirin yang memadati lokasi acara. Banyak pihak menilai pesan Rektor Undana tersebut menjadi pengingat penting bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh sikap, empati, dan komitmen para tenaga kesehatan.
Di akhir sambutannya, Prof. Jefri menyampaikan optimisme bahwa RSU Undana akan berkembang menjadi salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di Nusa Tenggara Timur. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, fasilitas yang terus berkembang, serta kerja sama dengan BPJS Kesehatan, ia meyakini rumah sakit tersebut mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Tujuan kita sederhana, yaitu memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan bermartabat. Karena itu, jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani. Itulah komitmen yang harus kita pegang bersama,” tegasnya.
Peresmian RSU Undana yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur NTT menjadi tonggak penting dalam perjalanan rumah sakit tersebut untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Kupang dan seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
