Sementara itu, Sirosis Hati menelan biaya Rp278,1 miliar dari 311,3 ribu kasus.
Meski jumlah kasusnya lebih sedikit dibanding penyakit jantung atau gagal ginjal, ketiga penyakit tersebut memerlukan penanganan medis jangka panjang dengan biaya yang relatif tinggi.
Daftar 7 Penyakit yang Paling Banyak Menyedot Anggaran BPJS Kesehatan 2025
| No | Penyakit | Jumlah Kasus | Biaya |
| — | —————- | ———— | ————– |
| 1 | Penyakit Jantung | 29,7 juta | Rp17,3 triliun |
| 2 | Gagal Ginjal | 12,6 juta | Rp13,3 triliun |
| 3 | Kanker | 7,1 juta | Rp10,3 triliun |
| 4 | Stroke | 9,5 juta | Rp7,2 triliun |
| 5 | Hemofilia | 84,8 ribu | Rp909,6 miliar |
| 6 | Thalassemia | 398,1 ribu | Rp852,7 miliar |
| 7 | Sirosis Hati | 311,3 ribu | Rp278,1 miliar |
Tingginya pembiayaan penyakit katastropik menunjukkan bahwa sistem kesehatan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Para pakar kesehatan menilai penguatan promotif dan preventif menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban pembiayaan kesehatan nasional. Edukasi pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, pengendalian faktor risiko, serta deteksi dini menjadi kunci utama menekan angka kasus penyakit katastropik di masa depan.
