Beberapa bendungan tersebut antara lain Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang diresmikan pada 2018, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu pada 2019, Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka yang mulai beroperasi pada 2021, serta Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang diresmikan pada 2024.
Selain itu, terdapat proyek Bendungan Mbay atau Lambo di Kabupaten Nagekeo, Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, serta rencana pembangunan Bendungan Kolhua di Kota Kupang.
Ardi menilai keberadaan bendungan-bendungan tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan ketahanan air, mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga pengendalian banjir di berbagai wilayah NTT.
“Ketujuh bendungan ini menjadi proyek strategis nasional yang diprioritaskan pada masa pemerintahan Pak Jokowi. Harapan masyarakat terhadap ketersediaan air dan peningkatan produktivitas pertanian semakin besar. Karena itu, sosok beliau akan selalu dikenang masyarakat NTT,” katanya.
Selain berbagai proyek pembangunan, masyarakat NTT juga menunjukkan penghargaan terhadap Jokowi melalui pembangunan sebuah patung di kawasan Gunung Sunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Patung tersebut dibangun sebagai simbol apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di wilayah NTT selama masa kepemimpinannya.
