FK – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTT, Ruth Laiskodat, menyampaikan pesan penting dalam rangka Hari Anak Nasional 2024 pada Car Free Day (27/7).

Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa anak-anak harus bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.

Ruth Laiskodat mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi dalam perayaan Hari Anak Nasional di car free day, terutama para orang tua dan guru yang telah mendampingi anak-anak mereka.

“Hari Anak Nasional bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga mengingatkan kita semua untuk melindungi anak-anak dari kekerasan,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa kekerasan fisik, seperti memukul atau menendang anak, tidak boleh terjadi. Selain itu, kekerasan verbal, seperti memanggil anak dengan sebutan yang merendahkan, juga harus dihindari.

Ruth Laiskodat menambahkan bahwa anak-anak harus dipanggil dengan nama mereka dan diperlakukan dengan hormat.

“Kekerasan seksual juga tidak boleh terjadi. Anak-anak tidak boleh disentuh sembarangan oleh orang lain kecuali orang tua. Jika ada kejadian yang mencurigakan, anak-anak harus segera melaporkannya kepada guru atau orang tua,” kata Ruth.

Selain itu, Ruth Laiskodat juga menyoroti pentingnya melindungi anak-anak dari kekerasan cyber. “Jika anak-anak menerima pesan atau gambar yang tidak pantas, mereka harus melaporkannya kepada guru atau orang tua,” ujarnya.

Untuk memastikan perlindungan anak yang optimal, Ruth Laiskodat mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan Call Center Sapa 129 atau WhatsApp di nomor 0813-1291-29129.

“Anak-anak harus hidup tenang dan bebas dari kekerasan. Jika terjadi kekerasan, segera laporkan ke call center tersebut,” tegasnya.

Acara Hari Anak Nasional 2024 di NTT ini juga dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk siswa dari tingkat SD hingga mahasiswa. Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang menyehatkan dan menyenangkan, menandakan bahwa anak-anak NTT mendapatkan perhatian dan perlindungan yang baik.

Dengan resmi membuka perayaan Hari Anak Nasional 2024, Ruth Laiskodat berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak. “Mari kita bersama-sama melindungi anak-anak kita dan memastikan mereka tumbuh dengan sehat dan bahagia,” pungkasnya.

Nutrition Officer Unicef Perwakilan NTT dan NTB, Hai Raga Lawa

Sementara itu, dalam sambutan UNICEF perwakilan NTT/NTB, Yudhisira G. Yewangoe yang dibacakan oleh Nutrition Officer Unicef Perwakilan NTT dan NTB, Hai Raga Lawa menegaskan, “Setiap anak berhak atas lingkungan yang aman dan sehat. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa anak-anak di NTT memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi mereka sepenuhnya.

“Masalah kekurangan gizi seperti wasting, stunting, dan anemia, serta obesitas, adalah tantangan besar yang harus kita atasi bersama,” ujarnya.

UNICEF juga melibatkan anak-anak muda dari forum anak dan mitra muda untuk berbicara tentang pengalaman mereka dan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan dan gizi buruk. Ini merupakan langkah nyata untuk memberdayakan generasi muda dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak di NTT.

Dalam peringatan ini, UNICEF mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen melindungi hak-hak anak.

“Mari kita bersama-sama membina generasi emas 2045 dengan melindungi hak anak untuk bebas dari kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekurangan gizi, dan obesitas,” kata Hai Raga Lawa.