Alves juga meminta agar manajemen rumah sakit segera mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, jangan sampai beban tunggakan yang besar berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang setiap hari membutuhkan layanan medis.

Selain itu, DPC Hanura Belu berharap Pemerintah Kabupaten Belu tidak tinggal diam. Pemerintah daerah diminta segera turun tangan untuk melakukan evaluasi sekaligus membantu mencarikan jalan keluar terhadap persoalan keuangan yang dihadapi RSUD Mgr. Gabriel Manek.

“Kami berharap Pemda Belu mengambil langkah cepat dan konkret agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang sangat vital, sehingga stabilitas keuangan dan keberlangsungan pelayanan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, Alves menyebut pengelolaan RSUPP Betun layak dijadikan contoh. Berdasarkan data yang disampaikannya, hingga Juni 2026 pendapatan RSUPP Betun telah mencapai sekitar Rp28,2 miliar. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan rumah sakit yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan dapat menghasilkan kinerja yang baik.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.