FHC, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Belu, Stefen Alves Tes Mau, S.H., M.Kn meminta Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan rumah sakit menyusul munculnya informasi mengenai dugaan tunggakan pembayaran kepada sejumlah pihak ketiga.
Menurutnya, tata kelola rumah sakit yang baik, transparan, dan akuntabel merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta mencegah terulangnya persoalan serupa di kemudian hari.
Alves Tes Mau menilai manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek perlu mencontoh pola pengelolaan yang diterapkan di RSUPP Betun. Menurutnya, rumah sakit tersebut dinilai berhasil mengelola keuangan secara profesional sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan menjalankan operasional dengan baik.
“Direktur dan manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek harus bersikap transparan dan akuntabel dalam menjelaskan kepada masyarakat Belu terkait adanya dugaan utang pembelian obat-obatan maupun kewajiban lainnya kepada pihak ketiga yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp20 miliar. Penjelasan yang terbuka sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Alves juga meminta agar manajemen rumah sakit segera mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, jangan sampai beban tunggakan yang besar berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang setiap hari membutuhkan layanan medis.
Selain itu, DPC Hanura Belu berharap Pemerintah Kabupaten Belu tidak tinggal diam. Pemerintah daerah diminta segera turun tangan untuk melakukan evaluasi sekaligus membantu mencarikan jalan keluar terhadap persoalan keuangan yang dihadapi RSUD Mgr. Gabriel Manek.
“Kami berharap Pemda Belu mengambil langkah cepat dan konkret agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang sangat vital, sehingga stabilitas keuangan dan keberlangsungan pelayanan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, Alves menyebut pengelolaan RSUPP Betun layak dijadikan contoh. Berdasarkan data yang disampaikannya, hingga Juni 2026 pendapatan RSUPP Betun telah mencapai sekitar Rp28,2 miliar. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan rumah sakit yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan dapat menghasilkan kinerja yang baik.
Karena itu, ia mendorong Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek untuk tidak ragu belajar dari rumah sakit lain yang dinilai berhasil. Menurutnya, tidak ada salahnya mengadopsi praktik-praktik terbaik demi meningkatkan kualitas manajemen, memperbaiki kondisi keuangan, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Kabupaten Belu.***
