Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 memang masih mengalami kontraksi sebesar 0,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun angka tersebut menunjukkan perbaikan yang signifikan dibandingkan April 2026 yang mencatat penurunan hingga 11,6 persen secara bulanan.
Perkembangan tersebut menggambarkan bahwa pelemahan konsumsi yang terjadi setelah Ramadan dan Idulfitri mulai berangsur pulih. Kehadiran sejumlah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, dan Iduladha, menjadi faktor penting yang menjaga pergerakan belanja masyarakat tetap stabil.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumsi domestik masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika sektor eksternal menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi global, konsumsi rumah tangga tetap berperan sebagai bantalan yang menjaga aktivitas ekonomi nasional.
Jika ditelusuri lebih jauh, pola konsumsi masyarakat pada 2026 memperlihatkan kecenderungan yang semakin selektif. Masyarakat tidak lagi berfokus pada belanja konsumtif semata, tetapi mulai mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan yang mendukung produktivitas dan kualitas hidup, termasuk perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan mobilitas.
