Selain mencermati perkembangan konsumsi, pelaku pasar juga memberikan perhatian terhadap prospek inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Berdasarkan survei ekspektasi harga, tekanan inflasi jangka pendek diperkirakan masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Juli 2026 yang berada pada level 175,8. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan proyeksi Juni 2026 sebesar 175,6. Stabilitas ekspektasi harga ini menunjukkan bahwa masyarakat masih meyakini pasokan barang dan jasa dalam negeri dapat terjaga dengan baik dalam jangka pendek.
Namun demikian, tantangan mulai terlihat pada proyeksi enam bulan ke depan. Untuk Oktober 2026, Indeks Ekspektasi Harga Umum diperkirakan meningkat menjadi 167,6, lebih tinggi dibandingkan September 2026 yang berada pada level 163,2.
Kenaikan ekspektasi tersebut terutama dipicu oleh potensi peningkatan harga bahan baku yang dapat memengaruhi biaya produksi berbagai sektor usaha. Jika tidak diantisipasi dengan baik, tekanan biaya produksi berpotensi diteruskan ke harga jual barang dan jasa di tingkat konsumen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
