Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai elemen masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa perlu belajar bahwa kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai bahaya sampah plastik terhadap ekosistem laut. Materi tersebut disampaikan oleh personel TNI AL yang menjelaskan dampak pencemaran laut terhadap rantai makanan, populasi ikan, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Setelah sesi edukasi, seluruh peserta melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah yang tersebar di sepanjang kawasan mangrove. Puluhan kantong sampah berhasil dikumpulkan dari area pesisir yang selama ini menjadi salah satu lokasi penumpukan limbah rumah tangga.
Mahasiswa kemudian melanjutkan kegiatan dengan menanam bibit mangrove di sejumlah titik rehabilitasi. Penanaman dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan para mitra yang terlibat.
