Mahasiswa peserta kegiatan mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui keterlibatan langsung di lapangan. Mereka tidak hanya belajar mengenai pentingnya konservasi lingkungan, tetapi juga memahami kondisi sosial masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Kami belajar bahwa kesehatan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Sampah dan kerusakan ekosistem pada akhirnya juga berdampak pada kehidupan manusia,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Undana dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. Melalui pendekatan kolaboratif, kampus berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Pihak kampus berharap aksi serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga upaya pelestarian mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pesisir dan melindungi ekosistem mangrove menjadi faktor penting dalam keberhasilan program konservasi jangka panjang.