FK-Manchester United kembali menuai kritik usai gagal mencetak gol dalam laga terbaru mereka. Strategi taktik “false 9” yang dipakai dianggap tidak efektif, mengingatkan pada era Ole Gunnar Solskjaer hingga Erik ten Hag saat klub kerap bermain tanpa striker murni.

Matheus Cunha dipasang sebagai striker membuat Lameck Dorgu kewalahan dan kebingungan menjalankan perannya. Hingga peluit akhir, pelatih Ruben Amorim tetap tidak menurunkan striker murni seperti Rasmus Højlund atau Chido Obi-Martin.

Kondisi ini menjadi cerminan bahwa Manchester United tidak bisa hanya mengandalkan Benjamin Šeško sepanjang musim. Jika Šeško diistirahatkan dan strategi seperti kemarin digunakan, peluang mencetak gol terlihat minim.

Banyak pihak menilai, jika Højlund ingin dilepas, maka MU wajib mendatangkan striker berpengalaman. Jika tidak ada rencana rekrutmen, sebaiknya Højlund dipertahankan sementara Chido Obi-Martin dipinjamkan untuk mendapatkan jam terbang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.