Karamba Jaring Apung (KJA) Semau yang dirintis oleh VBL sejak masa kepemimpinannya, kini menjadi proyek percontohan pengelolaan sumber daya laut berbasis masyarakat. Melalui teknologi sederhana namun efektif, KJA ini telah berhasil mengembangkan budidaya ikan kerapu dan lobster bernilai ekonomi tinggi. Aktivitas penebaran benih dan panen hasil laut yang dilakukan bersama dalam kunjungan tersebut menjadi simbol kontinuitas dan regenerasi kebijakan pembangunan pesisir NTT.

Di balik kegiatan teknis itu, tersirat semangat besar untuk menyatukan langkah dua generasi kepemimpinan NTT: Melki Laka Lena dengan pendekatan transformasi digital dan tata kelola kolaboratif, serta VBL dengan semangat inovasi dan eksplorasi sumber daya alam. Keduanya menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada batas masa jabatan, melainkan harus berkelanjutan melalui kolaborasi lintas peran.

Selain itu, kolaborasi ini juga memiliki dimensi edukatif dan sosial. Melalui kemitraan dengan masyarakat lokal, KJA Semau telah berfungsi sebagai tempat belajar bagi nelayan dan mahasiswa yang tertarik mendalami budidaya laut. Hal ini sejalan dengan konsep blue education, di mana laut menjadi sumber pengetahuan dan inovasi bagi generasi muda.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.