Sektor akomodasi, makan minum, pertanian, peternakan, kelautan, dan konsumsi rumah tangga mulai bergerak. Tetapi gubernur menyadari, pertumbuhan ekonomi belum otomatis menyelesaikan persoalan sosial yang selama ini membelit NTT.
Kemiskinan masih berada di angka 17,5 persen. Stunting masih menjadi tantangan serius. Rata-rata lama sekolah juga baru mencapai 8,22 tahun.
Karena itu, bagi Melki, penguatan PAD bukan sekadar target administrasi pemerintahan. Ia melihatnya sebagai jalan agar program-program sosial dan pembangunan tetap bisa berjalan untuk masyarakat kecil di desa-desa, pesisir, dan wilayah terpencil.
Dalam pidatonya, Melki juga meminta seluruh pimpinan OPD menjadi “jenderal lapangan” yang mampu menerjemahkan program prioritas pemerintah secara nyata. Ia menyebut penguatan ekonomi kerakyatan, hilirisasi produk unggulan daerah, hingga program One Village One Product (OVOP) dan One School One Product (OSOP) sebagai arah pembangunan yang harus dijaga bersama.
Sementara itu, Johny E. Ataupah sendiri bukan wajah baru di birokrasi NTT. Sebelum dipercaya memimpin Bapenda, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT.
