Di sektor peternakan, NTP naik sebesar 0,10 persen. Meskipun tidak sebesar subsektor lainnya, kenaikan ini menunjukkan bahwa usaha peternakan tetap memberikan kontribusi terhadap perekonomian rumah tangga petani di NTT.

Namun, tidak semua subsektor mengalami peningkatan. BPS mencatat subsektor tanaman pangan mengalami penurunan NTP sebesar 0,23 persen.

Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa harga komoditas tanaman pangan yang diterima petani belum mampu mengimbangi peningkatan biaya produksi maupun kebutuhan rumah tangga.

Kondisi ini menjadi perhatian karena subsektor tanaman pangan masih menjadi tulang punggung sebagian besar petani di wilayah NTT.

Selain NTP, indikator lain yang turut dipantau adalah Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT). Pada Juni 2026, IKRT tercatat naik 0,11 persen.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga petani masih mengalami peningkatan. Meski demikian, laju kenaikannya masih relatif lebih rendah dibandingkan peningkatan pendapatan yang diterima petani.