Kupang, FHNC – Panen perdana yang digelar di lahan Kelompok Tani Sehati, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (tanggal menyesuaikan), menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi Kabupaten Kupang sekaligus penopang utama kebutuhan pangan Kota Kupang dan sekitarnya.

Acara panen ini tidak hanya menjadi perayaan hasil kerja keras para petani, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan penguatan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pertanian yang maju, berkelanjutan, dan produktif. “Kalau petani hidup, ekonomi Kupang bangkit. Tapi kalau petani mati, maka ekonomi juga akan sulit,” ujar Yosef Lede dengan penuh semangat di hadapan para petani, penyuluh, dan tokoh masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef menekankan bahwa hasil panen yang melimpah pada tahun ini adalah bukti nyata kemurahan Tuhan dan buah kerja keras para petani. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur dan tidak berhenti berinovasi dalam mengelola lahan pertanian.

“Apapun yang kita lakukan hari ini, kemarin, dan besok, berkat itu datang karena kemurahan Tuhan. Kita hanya mengusahakan tanah, tetapi Tuhan yang menumbuhkan. Karena itu, mari kita terus mensyukuri hasil ini sambil bekerja lebih giat lagi,” ungkapnya.

Bupati Yosef juga mengaku terharu melihat hamparan lahan pertanian di Desa Mata Air dan sekitarnya yang tampak hijau subur. Pemandangan ini disebutnya sebagai gambaran nyata semangat baru masyarakat Kupang dalam mengelola lahan demi mencapai swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kupang menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memfokuskan pengembangan pertanian di wilayah Kupang Tengah dan Kupang Timur. Menurutnya, dua kawasan ini memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan yang dapat menopang kebutuhan Kabupaten Kupang maupun Kota Kupang.

“Daerah Kupang Tengah dan Kupang Timur adalah sentra pertanian yang sangat potensial. Kalau kedua daerah ini kita kelola dengan baik, maka swasembada pangan bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan,” tegas Yosef Lede.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani. Menurutnya, keberhasilan panen ini tidak lepas dari pendampingan intensif para penyuluh pertanian yang terus memberi edukasi tentang pola tanam, pemupukan, hingga teknik perawatan lahan.

Bupati Yosef memberikan apresiasi tinggi kepada Kelompok Tani Sehati yang telah berhasil mengelola lahan dengan baik hingga menghasilkan panen perdana yang menggembirakan. Ia berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain di seluruh Kabupaten Kupang.

“Terima kasih kepada Kelompok Tani Sehati yang sudah menunjukkan semangat dan kerja nyata. Ini menjadi bukti bahwa jika kita mau bersatu dan bekerja keras, hasil yang luar biasa akan tercapai. Pemerintah tentu akan terus mendukung upaya-upaya semacam ini,” ujarnya.

Selain itu, Yosef Lede juga menggarisbawahi pentingnya peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ia menilai, pendampingan yang berkesinambungan akan mendorong petani untuk terus berkembang, sehingga hasil panen bisa meningkat dari tahun ke tahun.

Pertanian sebagai Penopang Ekonomi

Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa pertanian adalah sektor vital bagi perekonomian Kabupaten Kupang. Dengan 80 persen masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor ini, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan pertanian sebagai prioritas pembangunan.

“Kalau Kabupaten Kupang lemah dalam pertanian, dampaknya bukan hanya terasa di sini, tetapi juga di Kota Kupang. Karena hampir semua bahan kebutuhan pangan berasal dari Kabupaten Kupang. Karena itu, kita harus menjaga agar petani tetap semangat dan pertanian kita tetap produktif,” jelas Yosef.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia menekankan pentingnya persiapan sejak dini menghadapi musim tanam berikutnya, mengingat prediksi curah hujan akan datang lebih cepat dari biasanya.

“Kita harus memanfaatkan momentum ini. Panen hari ini bukan akhir, tetapi awal dari semangat baru untuk terus menanam dan mengelola lahan secara maksimal. Mari kita terus bergandengan tangan, petani, penyuluh, pemerintah, hingga desa, agar pertanian Kupang semakin maju dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Panen perdana di Desa Mata Air menjadi simbol optimisme baru bagi Kabupaten Kupang. Dengan dukungan pemerintah, kerja keras petani, dan pendampingan penyuluh, harapan besar untuk menjadikan Kupang sebagai lumbung pangan NTT kian terbuka lebar.