Selain itu, kelompok yang rutin mengenang pengalaman positif bersama pasangan juga cenderung mengalami konflik yang lebih rendah, memiliki keyakinan yang lebih kuat terhadap masa depan hubungan, serta menikmati kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik.
Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa joint savoring dapat membantu pasangan menghadapi berbagai tekanan hidup yang berpotensi mengganggu hubungan.
Penulis utama penelitian, Noah Larsen dari University of Illinois Urbana-Champaign, menjelaskan bahwa pasangan yang memiliki kebiasaan joint savoring lebih mampu mempertahankan kepercayaan terhadap hubungan mereka meskipun sedang menghadapi tingkat stres yang tinggi.
“Ketika pasangan menghadapi tingkat stres yang lebih tinggi, savoring dapat menjadi penyangga yang membantu melindungi kepercayaan mereka terhadap hubungan dan kesehatan mental,” kata Larsen.
Para peneliti menilai bahwa kebiasaan ini dapat menjadi salah satu strategi sederhana namun efektif untuk menjaga kualitas hubungan jangka panjang. Aktivitas tersebut juga tidak memerlukan biaya besar maupun waktu yang panjang.
