Kupang, FHNC – Dalam acara bakti sosial yang digelar oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI), Ketua Umum PINTI Pusat, dr. Meta Agustina, MARS., menyampaikan pesan menyentuh: “Anak adalah mata dunia, masa depan bangsa, dan harapan keluarga. Mereka harus dilindungi dari segala bentuk diskriminasi.”
Pesan tersebut menjadi inti dari kegiatan bakti sosial yang mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.” Acara ini melibatkan lebih dari 1.000 anak di Kupang, yang mendapat vitamin, makanan bergizi, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Dalam sambutannya, dr. Meta mengingatkan bahwa masa tumbuh kembang anak adalah masa emas yang menentukan kualitas generasi penerus.
“Kita semua pernah menjadi anak, pernah dibimbing, diasuh, bahkan dihukum oleh orang tua demi kebaikan kita. Oleh karena itu, anak-anak perlu diberi kasih sayang, nutrisi, pendidikan, dan perlindungan yang layak. Mereka adalah calon pemimpin keluarga, bangsa, dan dunia,” ujarnya.
Menurutnya, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta PP Nomor 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Anak, setiap anak memiliki hak untuk hidup, bersekolah, berinteraksi, dan terbebas dari kekerasan maupun diskriminasi.
Acara bakti sosial ini melibatkan 48 dokter, perawat, dan tenaga farmasi yang melayani pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak. Selain itu, paket bantuan berupa biskuit, roti, susu, dan telur juga dibagikan, disertai makan siang bergizi untuk semua peserta.
Ketua PINTI NTT, Theresia Avila, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah, INTI, dan para tenaga medis. “Kami tidak menyangka anak-anak yang datang bisa sebanyak ini. Melihat kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kami juga. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar,” ucapnya.
Acara ini turut dihadiri Sekda Kota Kupang, Ignasius Replika Lega, mewakili Wali Kota Kupang Christian Widodo. Dari pemerintah pusat, hadir Dr. Ir. Pribudiarta Nur Sitepu, M.M., Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang mewakili Menteri.
Selain itu, Ketua Umum INTI Pusat, Teddy Sugianto, Ketua INTI NTT Theo Widodo, serta tokoh masyarakat NTT lainnya juga hadir memberikan dukungan. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya kolaborasi pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak anak.
Dalam sambutannya, dr. Meta menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup anak sejak dini. “Jika anak-anak tumbuh sehat, bergizi, dan berpendidikan baik, maka Indonesia tidak perlu khawatir menyongsong 2045. Mereka akan menjadi generasi emas yang membawa bangsa ini menuju kejayaan,” tegasnya.
Pesan ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, yakni menghadirkan generasi yang unggul secara intelektual, sehat secara fisik, dan tangguh secara moral.
Sekda Kota Kupang, Ignasius Replika Lega, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PINTI dan INTI. Menurutnya, program ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah nyata untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM di NTT.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan organisasi masyarakat seperti INTI dan PINTI sangat penting. Bersama-sama, kita bisa mencetak anak-anak sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial ini ditutup dengan doa bersama dan pembagian paket gizi. Ratusan anak tampak gembira membawa pulang makanan sehat dan vitamin. Senyum mereka menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian kecil dapat berdampak besar.
Pesan terakhir dr. Meta kembali menggema di hadapan ribuan peserta. “Anak adalah mata dunia. Mari kita rawat, lindungi, dan cintai mereka. Karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini ditentukan,” ucapnya dengan penuh haru.
Acara tersebut bukan sekadar peringatan Hari Anak Nasional, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam melindungi hak anak. Dari Kupang, pesan ini disuarakan: melindungi anak berarti menjaga masa depan Indonesia.
