Pernyataan ini mencerminkan pendekatan sport development yang menempatkan pembinaan jangka panjang (long-term athlete development/LTAD) sebagai kunci keberhasilan. Dalam perspektif akademik, keberlanjutan prestasi tidak lahir dari kompetisi semata, tetapi dari sistem pelatihan, pola rekrutmen atlet, infrastruktur memadai, serta dukungan kelembagaan yang terstruktur.

Turnamen Bupati Kupang Cup 2025 menyatukan puluhan klub lokal yang menunjukkan performa variatif. Mateldius memandang kondisi ini sebagai indikator penting bahwa Kabupaten Kupang memiliki “talent pool” yang layak dikembangkan. Ia menegaskan bahwa tiap klub perlu memperkuat aspek teknis dan taktis dalam latihan, termasuk metodologi latihan modern, penggunaan sport science, hingga manajemen klub berbasis profesional.

Menurut berbagai kajian akademik dalam pengelolaan olahraga, pengembangan atlet usia dini harus menjadi prioritas. Kupang, dengan antusiasme masyarakat dan ekosistem klub amatir yang terus bertumbuh, memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun model pembinaan terstruktur mulai dari grassroots.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.