Presiden menambahkan bahwa laporan kinerja pemerintahan kepada rakyat hanya dapat disampaikan dengan penuh tanggung jawab jika didukung kerja nyata seluruh jajaran kabinet. “Tidak mungkin saya sebagai Presiden bisa melaporkan hal ini kepada bangsa tanpa kerja keras saudara-saudara semuanya,” katanya.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas inisiatif dan keberanian para menteri serta pimpinan lembaga dalam menjalankan tugas. Presiden Prabowo menilai bahwa efektivitas kepemimpinan tidak lahir dari birokrasi yang pasif, melainkan dari keberanian untuk bertindak dalam koridor strategi besar negara.
Dalam bagian penting taklimatnya, Presiden menekankan filosofi kepemimpinan yang ia anut. Menurutnya, pemimpin sejati adalah mereka yang memahami arah besar dan tujuan strategis, bukan sekadar menunggu instruksi teknis dari atasan. “Pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, memahami direktif pemimpin,” tegasnya.
Presiden menilai bahwa budaya menunggu arahan justru berpotensi memperlambat respons negara dalam situasi krisis. Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran untuk membaca petunjuk umum dan arah kebijakan secara utuh, lalu mengambil keputusan secara cepat dan bertanggung jawab. “Bukan setiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan,” ujarnya.
