“Pangan bukan sekadar beras, melainkan seluruh sumber nutrisi yang menopang kehidupan masyarakat. Karena itu, sektor pangan akan selalu relevan, bahkan ketika banyak bidang lain mengalami perubahan,” kata Prof. Doppy dalam rilis media, Rabu (22/7/2026) di Kupang, Nusa Tenggara Barat.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya melihat pertanian sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai ruang lahirnya inovasi dan solusi. Menurutnya, generasi muda saat ini tidak lagi hanya dituntut mencari pekerjaan, melainkan menciptakan peluang dan menjawab persoalan yang ada di masyarakat.
“Kita memiliki jagung, sorgum, singkong, ubi, sagu, talas, hingga kelor. Pertanyaannya bukan apakah kita punya potensi, tetapi apakah kita mau menciptakan solusi dari potensi tersebut,”ujar Prof. Doppy sapaan akrabnya.
Menurut Prof. Doppy, peluang terbesar justru berada pada kemampuan membangun jejaring, membaca kebutuhan pasar, serta menghadirkan inovasi yang mampu menghubungkan petani dengan konsumen. Ia mengingatkan bahwa banyak produk pertanian gagal berkembang bukan karena tidak berkualitas, melainkan karena diproduksi tanpa memahami kebutuhan pasar.
