“Keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh proses tanam dan panen, tetapi juga oleh ketepatan waktu dalam pembibitan, penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit,” ucap Marthen sapaan akrabnya.
Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dan perguruan tinggi menjadi langkah penting agar ilmu pengetahuan dan teknologi dapat benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan.
Marthen juga mengingatkan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga pada kemauan petani untuk terus bekerja, belajar, dan berinovasi.
“Berbagai program dan fasilitas dapat disediakan, namun hasil yang optimal hanya akan tercapai apabila petani memiliki tekad untuk mengelola usaha taninya secara serius dan berkelanjutan,” tukas Marthen.
Ia menilai semangat gotong royong dan budaya saling membantu yang selama ini hidup di tengah masyarakat tetap menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian. Karena itu, pembangunan pertanian perlu dibangun di atas kolaborasi antara petani, akademisi, pemerintah, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
