Jakarta, FHNC – Di tengah arus cepat perubahan sosial dan politik, tokoh relawan dan aktivis muda Syafrudin Budiman menegaskan bahwa peran generasi Z dan milenial jauh lebih strategis daripada sekadar menjadi penonton. Dalam diskusi publik bertajuk Hermeneutika Politik Pancasila yang digelar di Jakarta pada 10 Agustus 2025, Syafrudin mendesak agar pemuda mengambil posisi sebagai “intelektual organik” — pelaku perubahan yang merumuskan jawaban intelektual terhadap persoalan bangsa, bukan sekadar mengikuti narasi yang sudah ada.
Syafrudin, yang dikenal aktif sebagai Ketua Umum Barisan Pembaharuan 08 dan Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG), memaparkan bahwa hermeneutika Pancasila bukan sekadar kajian akademis. Baginya, penafsiran ulang nilai-nilai dasar bangsa harus menjadi alat perjuangan melawan penindasan, kemiskinan, korupsi, budaya patriarki, oligarki politik, dan radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI. Ia menekankan Pancasila harus dimurnikan menjadi gerakan nyata—bukan sekadar jargon politik.
